Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Oktober 2023

Memahami Bentuk Aljabar


 Suatu ketika terjadi percakapan antara Ulfa, Santi, dan Aldin di jalan. Mereka baru saja membeli makanan.

Santi : Ulfa besok ikut jalan sehat bawa bekal apa?

Ulfa  : Ini baru saja aku beli makanan, ada roti dan permen.

Santi : Sama aku juga beli permen nih. Kamu beli berapa permennya?

Ulfa   : Ini… aku besok bersama teman-teman maka aku beli permennya 3 bungkus permen dan diberi bonus 4 biji sama Bu Unggul tadi. Bu Unggul kan baik hati.

Santi : Sama seperti kamu, aku tadi juga diberi bonus oleh Bu Unggul. Aku malah dapat 5 biji permen karena aku belinya permen dalam kaleng 1 buah dan 1 bungkus kantong.

Kemudian datanglah Aldin,

Aldin       : Hai teman-teman, lagi ngobrolin apa seh?

Ulfa         : Lagi ngobrolin bekal untuk besok kita jalan-jalan. Kamu sudah beli belum?

Aldin       : Sudah, aku beli roti dan 6 bungkus permen saja.

Santi        : Oke…yuks kita pulang, persiapan acara besok.

Ulfa dan Aldin            : Ayuk…

Dari permasalahan tersebut :

a. Berapakah banyak bonus permen yang diberikan Bu Unggul kepada Santi dan Ulfa?

b. Bagaimanakah menyatakan banyak permen Santi dalam bentuk aljabar?

c. Berapakah banyak permen yang dimiliki Santi, Ulfa, dan Aldin seluruhnya
dalam bentuk aljabar?

Minggu, 29 Januari 2023

Menumbuhkan Budaya Digital di Sekolah Melalui Program Tech in Person-Google


 

Masa pandemi memaksa kita untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Dengan segala keterbatasan kita harus tetap melakukan proses belajar mengajar yang efektif. Berbagai cara dilakukan oleh guru sesuai dengan kreatifitasnya masing-masing. Kerjasama Kemendikbud dan  Google telah memberikan fasilitas yang luar biasa, yaitu akun belajar.id dengan fitur-fitur premium yang dapat digunakan untuk optimalisasi pembelajaran. Fitur-fitur Google ini dihadirkan untuk menjawab kegelisahan para pendidik mewujudkan pembelajaran efektif dan bermakna.


Pembelajaran pasca pandemi sudah kita lakukan, apakah pembelajaran akan kita lakukan seperti sebelum pandemi? Sepertinya tidak bisa sepenuhnya kita lakukan. Kenapa? Hal yang paling pokok dan sangat terasa adalah peserta didik jelas sudah terbiasa menggunaan smartphone. Dan ketergantungan terhadap smartphone sungguh sangat luar biasa, peserta didik tidak bisa lepas dari smartphone mereka, baik di rumah maupun di sekolah. Ketika sekolah melarang anak membawa hp ke sekolah, maka hal itu tidak akan efektif, anak akan tetap mencuri-curi kesempatan untuk membawa bahkan menggunakan di sekolah.


Jaman sudah berganti pasca pandemi, seharusnya pendidik memahami hal itu, langkah bijaksananya adalah memanfaatkan smartphone yang peserta didik punyai untuk mengoptimalkan pembelajaran. Memenuhi ruang memori hp peserta didik dengan aplikasi yang edukatif. Memperkenalkan konten-konten positif kepada peserta didik sehingga diharapkan hp mereka tidak untuk aplikasi yang unfaedah atau konten-konten negatif yang banyak muncul di layer mereka.


Dengan Google Workspace for Education dan fitur-fitur premiumnya, pembelajaran akan lebih powerfull dan interaktif. Pembelajaran tidak terbatas ruang dan waktu, dunia bisa kita eksplore lebih jauh dan waktu belajar kita bisa lebih panjang dari sekedar pembelajaran di kelas tradisional, bahkan seharusnya ruang kelas adalah ruang diskusi saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman bukan sekedar penyampaian materi apalagi kalau hanya penyampaian materi satu arah. Classroom memudahkan dalam penyampaian materi dengan memfasilitasi banyak gaya belajar, sehingga peserta didik dapat belajar sesuai dengan gaya belajarnya masing-masing. Dengan menggunakan Google Docs menjadikan diskusi dan kolaborasi lebih realtime dan interaktif. Slide membantu membuat tugas presentasi, mengasah komunikasi lebih hidup dan kolaboratif karena semua peserta didik dapat memberikan kontribusi yang maksimal. Pun Google spreadsheet akan membantu dalam mengkomunikasikan tugas dan penilaian yang telah dilakukan. Selain itu penilaian juga akan semakin menarik dengan Google form. Agar pembelajaran tetap dapat dilakukan di luar jam pembelajaran atau tidak adanya tatapmuka dengan guru, dikarenakan guru sedang tugas keluar, peserta didik dapat belajar menggunakan meet atau youtube.



Oleh karena itu, pendidik harus memanfaatkan secara optimal Google Workspace for Education ini untuk pembelajaran tatapmuka di kelas tradisionalnya dengan mengikuti program Tech in Person yang diadakan RefoIndonesia. Program ini merupakan rangkaian kegiatan Google dan Refo sebagai partner Google untuk melatih guru-guru mengoptimalkan akun belajar.id dalam pembelajaran. Sedangkan kegiatan Tech in Person bertujuan untuk memanfaatkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran dengan lingkup yang lebih luas yaitu lingkup sekolah, Bersama-sama guru-guru penggerak dalam sekolah untuk menggunakan akun belajar.id sekaligus memanfaatkan sarana sekolah yang mendukung penggunaan TIK di sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, butuh tim yang akan memulai dan melaksanakan yaitu guru-guru yang mau berkomitmen untuk memajukan sekolah. “Jika kita ingin pergi dekat kita bisa pergi sendiri, namun jika kita ingin pergi jauh kita harus pergi bersama-sama” begitu penuturan Steven Sutantro dalam kegiatan sinkronus Program Tech in Person (28/01/2023).    


Langkah selanjutnya adalah melakukan aktivasi akun belajar.id. Kini sekolah dapat melakukan pengajuan akun secara mandiri oleh admin sekolah, sehingga semua peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan akan memiliki akun belajar.id. Penggunaan akun belajar.id itu lebih aman terutama untuk anak-anak, hal itu terjadi karena akun belajar.id berbeda dengan akun gmail pribadi, diantaranya :

  1. Fitur browser tidak ada iklan dan fokus pada pembelajaran karena akan difilter menggunakan safesearch on.
  2. Fitur Meet dapat nonstop dua minggu tanpa dimatikan.
  3. Fitur Email bebas iklan dan lebih aman.
  4. Fitur Drive dilengkapi dengan drive bersama untuk kolaborasi
  5. Fitur Classroom dilengkapi dengan impor nilai dari Google Form sehingga guru tidak harus input data kembali dari hasil form. Dalam Classroom juga bisa melibatkan orang tua untuk mengontrol pembelajaran siswa.

 

Pemanfaatan akun belajar.id tidak sekedar aktivasi saja, tetapi lanjutkan dengan memulai perubahan bersama guru. Misalkan berkolaborasi dalam drive bersama, menggunakan drive bersama untuk menyelesaikan tugas administrasi sekolah secara bersama-sama. Kemudian melakukan pengelolaan kelas di dalam Google Classroom. Selain melakukan perubahan bersama guru juga harus dilakukan perubahan bersama siswa. Guru membuat classroom dan mempraktikkan bersama siswanya misalnya satu mapel/ kelas untuk satu classroom, membagikan materi dalam classroom, membagikan tugas serta membuat tugas kelompok. Pemanfaatan akun belajar.id bersama dapat dilakukan dengan membuat jadwal pertemuan di Calender, melakukan presentasi dengan Meet, melakukan differensiasi pembelajaran melalui hiper docs, serta membuat media pembelajaran secara bersama-sama.

 

Keberhasilan program ini tidak terletak pada sarana dan prasarana yang dimiliki, tetapi terletak pada kemauan untuk melakukan-take in action. Kendala yang dihadapi jelas banyak sekali tapi hal itu bukan untuk diperdebatkan atau dijadikan alasan untuk tidak berkembang. Mulai dari apa yang kita bisa, mulai dari apa yang kita punya, tidak perlu menunggu semua fasilitas tersedia. Jika kita sudah mulai meniatkan dengan yang baik, maka insyaallah akan dipermudah langkah selanjutnya. Terkadang banyak yang beralasan bahwa laptop sudah tidak support atau lemot. Atas permasalahan tersebut Google menawarkan alternatif penyelesaian masalah, yaitu dengan menginstall Chrome OS Flex. Dengan system operasi berbasis chrome maka computer atau laptop tidka perlu install antivirus, tidak perlu beli/ update OS dan tidak perlu beli software bajakan. Selain itu juga mengurangi biaya perangkat baru, mengurangi biaya pengelolaan perangkat, dan mengurangi biaya lisensi.

Pembelajaran era digital harus kita sambut dengan baik dan persiapan yang matang. Memiliki mindset untuk berkembang, menerima perubahan, dan ikut andil dalam melakukan perubahan. Mempersiapkan kemampuan TIK dan terus belajar hal-hal baru, mempersiapkan peserta didik untuk survive hidup pada masa sepuluh tahun kedepan. Semangat menyambut perubahan terus belajar dan berlatih.

 

 


Sabtu, 19 Februari 2022

Kecerdasan Digital

Di jaman modern sekarang ini, manusia menciptakan sebuah ruang baru dalam kehidupannya yang disebut sebagai siber, yang dibentuk melalui jejaring komunikasi antar perangkat. Dalam ruang siber juga terjadi komunikasi antar pengguna seperti dalam dunia nyata. Agar kenyamanan dalam ruang siber tetap terjaga kita harus cerdas dalam menyikapinya. Jika dulu kita kenal kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual maka dengan adanya era digital kita juga harus mempunyai kecerdasan digital. Kecerdasan digital yang perlu kita ketahui antara lain : digital identity, digital use, digital safety, digital security, digital emotional inteligen, digital communication, digital literacy, dan digital right.
Digital identity menunjukkan bagaimana profil kita di internet atau search engine. Profil kita tersebut adalah CV baik yang ditulis oleh kita sendiri maupun orang lain. Digital use mengajarkan kita bagaimana internet bisa meningkatkan kinerja dan kualitas diri kita. Digital safety menunjukkan kepada kita banyaknya kejahatan terjadi di lingkungan sekitar kita yang dimulai dari interaksi dalam dunia siber, sehingga kita harus waspada. Digital security mengajarkan kita selalu menjaga privasi akun digital kita, agar aman tidak mudah disalahgunakan oleh orang lain. Digital Emotional Inteligen mengajarkan kepada kita untuk selalu mengedepankan etika yang berlaku dalam dunia fisik berlaku dalam dunia digital.
Digital communication mengajarkan kepada kita bahwa dengan membangun komunikasi dan interaksi efektif dengan orang lain, niscaya cita-cita pribadi dan sosial akan mudah di raih. Digital litercy meliputi baca tulis di dalam internet akan membuahkan inovasi dan kreasi. Dimana hal itu akan menjadi kunci dalam memanfaatkan internet untuk meningkatkan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Digital Right mengingatkan kita bahwa setiap individu harus menghargai dan dihargai atas karya-karya digital yang ada di dunia maya, agar tidak mendapatkan masalah hukum. Sehingga jika kita memanfaatkan atau menggunakan karya orang lain harus ijin terlebih dahulu.

Sabtu, 12 Oktober 2013

PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER REFERENSI

Hasil belajar di DIKLAT ONLINE bersama P4TK Matematika :

Pada penilaian kinerja dan pengembangan keprofesian berkelanjutan guru, guru dituntut untuk dapat membuat karya tulis ilmiah, baik berupa PTK, artikel, maupun buku. Dalam pembuatannya, salah satu komponen penting dalam penyusunan karya ilmiah adalah mencari referensi. Saat ini buku bukan lagi menjadi sumber mencari referensi, internet telah menyediakan banyak sekali informasi daripada buku yang ada di pasaran. Namun, jumlah informasi yang demikian besar ini tidak menjamin akan kebenaran dan akurasinya. Informasi yang digunakan sebagai rujukan dalam penulisan karya ilmiah harus merupakan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,yaitu informasi yang diambil dari Internet harus betul-betul dievaluasi sebelum dikutip dan dituliskan dalam daftar pustaka.
A. Cara Mengevaluasi Sumber Informasi di Internet
Untuk mengevaluasi sumber informasi dari Internet kita dapat menggunakan beberapa
kriteria untuk menentukan apakah informasi tersebut layak untuk digunakan atau tidak, antara lain :
1. Otoritas (Authority)
Cara melakukan evaluasi informasi adalah dengan melihat siapa yang memublikasikan informasi tersebut baik penulis atau lembaga yang mempublikasikan informasi tersebut.
2. Akurasi (Accuracy)
Untuk beberapa informasi yang penting dapat dilakukan pengecekan ulang terhadap informasi
sejenis apakah memiliki kesamaan atau bahkan bertolak belakang. Pengecekan akurasi juga
dapat dilakukan dengan melihat latar belakang lembaga atau orang yang berada di balik
informasi bersangkutan. Selain itu untuk melihat akurasi dapat juga dengan melihat dari kualitas informasi . Suatu informasi yang terlalu banyak salah tentu mengindikasikan bahwa pihak pemublikasi tidak teliti dan menunjukkan kualitas isinya kemungkinan juga kurang baik.
3. Objektifitas (Objectivity)
Dalam lingkungan akademis harus dipastikan bahwa penulis atau pemublikasi informasi adalah pihak yang seobjektif mungkin. Kita dapat melacak rekam jejak penulis dari karya yang pernah dipublikasikan apakah pandangannya selama ini cukup objektif.
4. Kekinian (Currency)
Dalam dunia yang serba cepat berubah ini, informasi harus dipastikan up-to-date. Perlu diperhatikan juga waktu dari kejadiannya, misalnya untuk riset yang dipublikasikan selain memerhatikan tanggal publikasi harus juga dilihat waktu dari dilakukannya riset.
5. Cakupan (Coverage)
Kita memiliki kebutuhan untuk mendapatkan informasi tertentu yang tidak kita ketahui, untuk itu perlu dipastikan bahwa informasi yang kita peroleh dapat memenuhi kebutuhan itu. Secara umum kita dapat mengevaluasi cakupan informasi tersebut dari pertanyaan 5W1H (who, what, when, where, why and how).
B. Menggunakan Google Scholar
Google Scholar merupakan salah satu layanan dalam Google yang sangat bermanfaat dalam
menyediakan literature ilmiah dari berbagai disiplin ilmu. Literatur ilmiah sifatnya lebih dapat
dipertanggungjawabkan jika digunakan untuk referensi penulisan karya tulis ilmiah dibandingkan artikel-artikel lain yang umumnya belum direview. Google Schoolar dapat dibuka di laman http://scholar.google.com/. Cara mencari artikel melalui Google Scholar antara lain adalah dengan menuliskan kata kunci, membatasi tahun terbitan artikel, mengatur pengurutan naskah berdasarkan tanggal maupun berdasarkan relefansinya dengan kata kunci yang masukkan. Kitapun bisa memilih untuk menampilkan artikel ilmiah saja atau bahkan termasuk naskah referensi.
C. Memanfaatkan Fasilitas Sitasi
Setelah kita menemukan naskah yang kita perlukan, kita dapat menggunkan naskah tersebut
sebagai bahan referensi karta tulis ilmiah kita. Secara etika dalam penulisan karya ilmiah, bila
kita menggunakan buah pikiran orang lain, kita diwajibkan mencantumkan referensi kita dalam naskah yang kita buat. Untuk mencantumkan referensi naskah yang kita ambil dari Google Scholar, terdapat fasilitas yang sangat membantu, yaitu baris terakhir setiap hasil pencarian kita, di sana terdapat link cite. Kita tinggal mengkopi dan menyalin salah satu standar referensi yang tersedia ke dalam naskah yang kita buat. Untuk hal ini, Google Scholar menyediakan standar referensi baik Modern Language Association (MLA), American Psychological Association (APA), maupun Chicago. Selain itu kita bisa langsung mengimport referensi ke dalam software sitasi yang kita miliki, misalnya EndNote, RefMan, BibTex, maupun RefWork.

Minggu, 13 Maret 2011

Sepuluh Aturan Pembagian



Bilangan yang dapat dibagi 2
Suatu bilangan dapat dibagi 2 jika angka terakhir dalam bilangan tersebut adalah 0, 2, 4, 6, 8

Bilangan yang dapat dibagi 3
Suatu bilangan dapat dibagi 3 jika jumlah angka-angkanya dapat dibagi 3.
Contoh :
1.236 dapat dibagi dengan 3 karena 1 + 2+ 3 + 6 = 12 (dapat dibagi3)

Bilangan yang dapat dibagi 4
Suatu bilangan dapat dibagi 4 jika dua angka terakhir dalam bilangan tersebut membentuk bilangan yang dapat dibagi 4.
Contoh :
15.232 dapat dibagi dengan 4 karena 32 dapat dibagi 4.
1.234 tidak dapat dibagi 4 karena 34 tidak dapat dibagi 4.

Bilangan yang dapat dibagi 5
Suatu bilangan dapat dibagi 5 jika angka terakhir dalam bilangan tersebut adalah 0 atau 5.
Contoh:
34.565 dapat dibagi dengan 5 karena angka terakhhirnya 5.
25.252 tidak dapat dibagi 5 karena angka terakhirnya 2.

Bilangan yang dapat dibagi 6
Suatu bilangan dapat dibagi 6 jika bilangan tersebut dapat dibagi dengan 2 maupun 3. Ini berarti bilangan tersebut harus berakhir dengan angka 0, 2, 4, 6, 8 dan jumlah angkanya harus dapat dibagi 3.
Contoh :
111.111.102 dapat dibagi dengan 6 karena angka terakhirnya 2 dan jumlah angkanya 9 ( habis dibagi 3)
666.666.010 tidak dapat dibagi 6 karena angka terakhirnya 0 dan jumlah angkanya 37.

Bilangan yang dapat dibagi 8
Suatu bilangan dapat dibagi dengan 8 jika tiga angka terakhirnya membentuk bilangan yang dapat dibagi dengan 8.
Contoh :
435.808 dapat dibagi dengan 8 karena 808 dapat dibagi dengan 8.
888.118 tidak dapat dibagi dengan 8 karena 108 tidak dapat dibagi dengan 8.

Bilangan yang dapat dibagi 9
Suatu bilangan dapat dibagi dengan 9 jika jumlah angkanya dapat dibagi dengan 9.
Contoh :
123.111 dapat dibagi 9 karena 1 + 2 + 3 + 1 + 1 + 1 = 9 (dapat dibagi 9).
22.569 tidak dapat dibagi dengan 9 karena jumlah angkanya 24 (tidak dapat dibagi 9).

Bilangan yang dapat dibagi dengan 10
Suatu bilangan dapat dibagi dengan 10 jika angka terakhir dalam bilangan tersebut adalah 0.
Contoh :
1.879.560 dapat dibagi 10 karena angka terakhirnya 0.
1.010.101 tidak dapat dibagi dengan 10 karena angka terakhirnya 1

Bilangan yang dapat dibagi dengan 11
Suatu bilangan dapat dibagi dengan 11 jika jumlah angka-angka berselingannya memiliki selisih yang sama dengan 0, 11, 22, atau bilangan yang terdiri atas dua angka yang merupakan kelipatan 11. Dengan kata lain misalnya kamu memiliki suatu bilangan yang terdiri atas 6 angka: jumlahkan angka pertama, ketiga, dan kelima (tempat ganjil). Kemudian tempat genap (kedua, keempat, dan keenam). Kemudian kurangkan kedua jumlah tersebut, dan jika jawabannya merupakan kelipatan 11, maka bilangan tersebut dapat dibagi 11.
Contoh:
146.322 dapat dibagi dengan 11 karena angka-angka berseling pertamanya 1 + 6 + 2 = 9 dan angka-angka berseling yang kedua 4 + 3 + 2 = 9, selisihnya anatara 9 dan 9 adalah 0.
818.290 dapat dibagi dengan 11 karena angka berselingnya berjumlah 25 dan 3, dan selisih antara keduanya adalah 22.

Bilangan yang dapat dibagi dengan 12
Suatu bilangan dapat dibagi dengan 12 jika dua angka terakhirnya membentuk bilangan yang dapat dibagi dengan 4 dan jika jumlah angka-angkanya dapat dibagi dengan 3.
Contoh :
333.216 dapat dibagi 12 karena 16 dapat dibagi 4 dan jumlah angkanya 18 (dapat dibagi 3).