Senin, 23 Januari 2023

Mengatasi Kebuntuan Dalam Menulis

 


Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke-7

Tanggal           : 23 Januari 2023

Tema               : Mengatasi Writer’s Block

Narasumber     : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr

Moderator       : Raliyanti, S.Sos., M.Pd


 


Sudah hampir jam 22.00 WIB tapi jari ini belum juga mulai menulis. Pikiran ini masih disibukkan oleh beres-beres rumah yang dua hari ini ditinggal mudik dan anggan-anggan akan agenda sepekan ke depan. Sedari sore buka WAG hanya sekilas saja. Setelah melihat flyer, terbesit kata “wah materi pertemuan ke-7 ini sangat menarik dan pasti akan sangat heboh”, yaitu tentang Mengatasi Writer’s Block masalah yang pasti dialami oleh penulis terutama penulis pemula.

Yah kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombangg ke-28 pada pertemuan ke-7 kali ini mengangkat tema “Mengatasi Writer’s Block”. Materi disampaikan oleh Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr. Seorang guru IPA di SMP N 1 Cipenundeuy dengan segudang prestasi yang pernah diraih, karya tulisnya yang sangat banyak, dan pengalaman organisasinya yang luar biasa. Profil lengkapnya bisa dilihat pada laman https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html?m=1 beliau juga merupakan peserta KBMN gelombang 7. Kegemarannya menulis memang sudah dimulai sejak kecil bahkan sebelum SD, menulis buku dairy. Ketika SMP sering mengirimkan tulisan ke mading sekolah, menulis cerita, dan menulis dairy dalam Bahasa Inggris. Saat SMA pun kegiatan menulisnya tidak berhenti malah semakin banyak. Kebiasaan menulis bagi beliau memberikan manfaat sewaktu di bangku kuliah dan menghantarkannya menjadi juara pada Lomba Kreativitas Mahasiswa. Karena kebiasaan menulis jugalah yang menghantarkan Ibu Ditta lolos dalam Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 dan menjadi Pengajar Praktik Angkatan 6.

Kegiatan beliau dalam menulis dan penulis pada umumnya tidak terlepas dari serangan virus WB atau Writer’S Block. WB adalah kondisi dimana seorang penulis mengalami kebuntuan menulis. Tak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya. Istilah writer's block sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940an. Diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis di Amerika. Pada umumnya WB ini bisa terjadi berulang. Me-reinfeksi semua penulis bahkan penulis professional sekalipun. Ibarat penyakit, tentu akan lebih mudah disembuhkan bila kita mengetahui faktor penyebabnya, Cara mengatasi Writer’s Block menurut Ibu Ditta, antara lain :

1.   Mencoba metode/topik baru dalam menulis sebenarnya bisa menjadi penyebab sekaligus obat untuk WB. Writer’s Block akan menjadi penyebab misalkan ada orang yang senang menulis cerpen atau puisi. Kemudian tiba-tiba harus menulis KTI yang tentu saja memiliki struktur dan metode penulisan yang berbeda. Bila tak lekas beradaptasi, bisa jadi kita malah terserang WB.

2.   Stress

Dalam Kamus Psikologi, stres diartikan sebagai ketegangan, tekanan, tekanan batin, tegangan dan konflik. Untuk mengatasinya bisa dengan mempelajari hal-hal baru yang berbeda dengan sebelumnya pasti menyenangkan atau sejenak rehat dan melakukan hal yang disukai untuk refreshing.

3.   Lelah fisik/mental akibat aktivitas harian yang padat juga dapat memicu stress.

Membaca buku-buku ringan untuk cemilan otak juga bisa jadi solusi mengatasi WB. Biar bagaimanapun, WB bisa terjadi karena kita belum bisa mengekspresikan ide dalam bentuk kata. Dengan membaca, kita bisa menambah kosa kata. Pada akhirnya, jika diteruskan insya Allah bisa sekaligus mengatasi WB.

4.   Terlalu perfeksionis.

Bila saat itu saya terlalu perfeksionis, terlalu memikirkan apakah tulisan saya sudah sesuai kaidah atau belum, niscaya diary berbahasa Inggris itu tidak akan pernah rampung. Kondisi menulis dimana kita tidak memikirkan salah eja, salah ketik, koherensi dsb ternyata dalam dunia psikologi dikenal dengan istilah free writing atau menulis bebas. Nah, jadi siapa di sini yang masih khawatir tulisannya tidak dibaca? Khawatir dinyinyir orang? Khawatir dikritik ahli? Khawatir tulisannya nggak bagus? Dan masih banyak kekhawatiran lainnya.

 

Sesi tanya jawab kali ini para peserta sangat antusias sekali bahkan ada beberapa pertanyaan yang tidak dapat dibahas karena keterbatasan waktu. Saya tampilkan beberapa pertanyaan yang say caption, antara lain:

P2

Mugiarni dari Kabupaten Tangerang

Salam kenal bu. almarhum suami saya juga dari Subang. ( Kalijati)

Pertanyaan

1. Bagaimana cara memulai untuk memperkenalkan budaya digital pada anak SD.

2. Mengingat sekolah tempat saya mengajar bukan kategori lingkungan yang baik. Orang tua murid cenderung mengatur guru, sementara dg kondisi mereka yang berpengetahuan level bawah ? Terimakasih

 

Untuk menjawab pertanyaan pertama, artikel yang pernah saya buat mungkin bisa sedikit menambah wawasan kita terkait Budaya Digital, yaitu https://www.kompasiana.com/amp/ditta13718/62f536faa51c6f7f06629172/literasi-digital-kemkominfo-bagian-1-literasi-dan-budaya-digital. Tulisan tersebut saya buat setelah mengikuti mengikuti Literasi Digital Sektor Pemerintahan Daerah Jawa Barat Tahun 2022 (BPSDM) Batch 5 Bertema Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Pemberdayaan Kapasitas Teknologi Digital Kementerian Kominfo. Selanjutnya bisa juga membaca Bagian Kedua tentang Etika Digital: https://www.kompasiana.com/ditta13718/62f53edba51c6f0496200b63/literasi-digital-kemkominfo-bagian-2-etika-digital. Untuk yang nomor dua, saya jadi teringat dengan pengalaman salah satu Guru Penggerak di Angkatan 3. Beliau juga kurang lebih mengalami hal yang sama. Salah satu kuncinya ada di komunikasi. GP saya menemui tokoh dari kelompok yang anti terhadap sekolah. Tidak sekedar tatap muka di sekolah, GP saya bahkan datang langsung ke rumah beliau. Alhamdulillah hasilnya positif, malah tokoh tersebut jadi curhat terkait hal-hal yang membuatnya anti pada sekolah.

 P3

Assalamu'alaikum

Indah - Banjarnegara

Bagaimana cara mengatasi WB saat kita mengikuti 3 pelatihan sekaligus,, seperti yang saya alami saat ini, saya mengikuti pelatihan KBMN 28, tapi juga minat dengan tantangan Prof. Ekoji, dan juga program dari pak Dail...semuanya hanya membutuhkan waktu singkat, kadang kalo digunakan untuk membaca-baca seperti ada waktu yang hilang, mohon pencerahannya agar semuanya dapat terselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan

Wa 'alaikum salam Bu Indah 🥰

Setengah dari pertanyaan adalah jawaban. Saya yakin sebetulnya Bu Indah sudah tau jawaban cara mengatasi WB yang berkaitan dengan waktu. 😊Kalau saya di posisi Ibu, saya akan membuat skala prioritas dan jadwal menulis. Insya Allah ketiga-tiganya akan bisa dijalani dengan baik asal kita istiqomah dengan jadwal yang telah kita tetapkan. Cari dan kenali waktu emas Bu Indah dalam menulis (karena tiap orang bisa berbeda). Apakah Bu Indah senang menulis di kala subuh? Sebelum tidur? Saat jeda istirahat? Menulislah di waktu terbaik tersebut 😊

Dari uraian di atas beberapa alternatif mengatasi Writer’s Block harus kita lakukan agar kebuntuan dalam menulis segera teratasi dan tidak berlarut-larut. Ingat, menulis itu cara mencurahkan hati meringankan pikiran, dengan menulis bebas maka kegundahan kita tersalurkan. Dan menulislah setiap hari secara konsisten, dari kejadian yang terjadi seharian, rangkuman dari apa yang kita baca, kita dengar, kita lihat semua bisa jadi tulisan. Atau paling tidak kita sudah punya jadwal untuk menulis secara teratur. Dengan target yang jelas maka hasrat kita untuk menulis akan selalu berkobar. Terakhir, saya ucapkan terimakasih banyak kepada Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr atas paparan materi dan tips dalam mengatasi kebuntuan dalam menulis, semoga menjadi amal jariyah Ibu Ditta. Amin. Diiringi do’a semoga kita semua selalu bersemangat untuk selalu menulis, berkarya dan bisa menginspirasi orang banyak. Salam Literasi.

 

Jumat, 20 Januari 2023

Menulis Buku Mayor, Siapa Berani…?

 


Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke-6

Tanggal           : 20 Januari 2023

Tema               : Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu

Narasumber     : Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A

Moderator       : Aam Nurhasanah, S.Pd


Pertemuan ke-6 kali ini sangat ditunggu banyak peserta termasuk saya sendiri, karena narasumber yang  yang akan menyampaikan materi sangat luar biasa yaitu Prof. Richardus Eko Indrajit bersama moderator Ibu Aam Nurhayati, S.Pd. Dengan mengangkat tema “Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu” mengajak peserta untuk praktik sambil belajar menulis buku yang akan diterbitkan oleh penerbit mayor dan bergabung dalam workshop menulis “Tantangan Menulis Buku Mayor Dua Minggu Angkatan Januari Berseri Bersama Prof. Eko”. Insyaallah dalam grup WA yang telah dibuat akan diadakan workshop tersendiri, ini merupakan tantangan yang sangat menarik bagi peserta, baik yang sudah konsisten menulis maupun yang hanya bermodal nekad. Tertarik? Sangat menarik bagi yang suka tantangan…

 

Pada kesempatan kali ini Prof Eko berbagi pengalaman menulis antara lain, telah menulis kurang lebih 121 buku mayor semenjak selesai kuliah, kurang lebih 623 artikel, dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Prof Eko juga bercerita bahwa kegemarannya menulis ada semenjak Sekolah Dasar. Namun tulisan pertamanya baru diterbitkan majalah ketika duduk di bangku SMP. Beliau mempunyai alasan senang menulis karena ingin membagi ide, pemikiran, gagasan, dan cerita kepada orang lain dan lama-kelamaan jadi ketagihan menulis. Beliau merasa bahwa semakin banyak membaca buku dan menonton televisi (dulu belum ada internet), maka semakin tinggi keinginannya untuk menulis. Buku Mayor pertama Prof Eko terbit tahun 2000, yaitu dua tahun setelah krisis dan reformasi. Sepuluh buku pertama beliau berisi bunga rampai. Setiap buku terdiri dari 50 artikel. Setiap artikel berisi ringkasan SATU TOPIK yang sedang menjadi trend pada saat itu. Beliau tidak menduga ketika begitu banyak oraang yeng membelinya. Sampai akhirnya jadi ketagihan menulis.

 

Motivasi beliau dalam menulis lebih besar adalah karena banyaknya SMS (dulu belum ada WA) yang masuk ke nomor hp mengucapkan terima kasih atas buku yang beliau buat. Tentu saja hal tersebut membesarkan hati dan merasa hidupnya berguna untuk orang lain. Begitulah pentingnya menulis nomor handphone di setiap buku yang ditulis, tulis beliau. Ketika tanggal 16 Maret 2020 semua guru dan siswa harus belajar dari rumah, beliau memutuskan untuk menjadi youtuber, setiap hari membuat satu youtube, yang isinya hal-hal berkaitan dengan PJJ (karena sedang menjadi pembicaraan nasional kala itu). Beliau membuat youtube dengan judul aneh-aneh, seperti gamification, flipped classroom, collaborative learning, metaverse, IOT, big data, dan lain sebagainya.

 

Prof Eko menceritakan ketika Oom Jay mengajaknya untuk mengajarkan guru-guru menulis, hasilnya, dari 30 guru yang berniat bergabung, 19 buku diterbitkan. Dan dari 19 buku tersebut, satu buku terpilih jadi Buku Terbaik Nasional versi Perpusnas untuk kategori PJJ. Hingga saat ini sudah lebih dari 60 buku guru-guru hebat yang berhasil diterbitkan oleh Penerbit ANDI. Pada kesempatan baik ini, beliau ingin mengajak Kembali guru-guru yang tertarik untuk menjadi penulis buku mayor yang diterbitkan untuk mendaftarkan diri. Namun kali ini agak berbeda modelnya. Prof Eko akan memberi SEBUAH TEMA untuk setiap peserta, kemudian dengan bimbingan beliau dan bu Aam akan mendalami tema tersebut sehingga menjadi buku. Target untuk angkatan ini adalah buku-buku sudah masuk ke penerbit. untuk dikurasi SEBELUM Idul Fitri.

 

Salah satu tips dari Prof. Eko jika ingin menuliskan buku yang diterbitkaan mayor, harus mengikuti KEBUTUHAN PASAR. Jadi kita menulis BUKAN UNTUK DIRI SENDIRI, tapi UNTUK ORANG LAIN. Berikut contoh judul yang banyak dibutuhkan sekolah-sekolah jaman sekarang antara lain :

1.      Classroom Design and Management

2.      Community Based Learning

3.      Computer-Based Assessment

4.      Competency-Based Learning

5.      Computer-Adaptive Assessment

6.      The 21st Century Learning Skills

 

Sesi tanya jawab kali ini para peserta boleh bertanya langsung kepada Prof Eko. Beberapa peserta yang bertanya antara lain :

P1

Bagaimana cara agar bisa tampil PD dalam menulis berbagai genre (Pak Rohim)

Jawab : Cara PD gampang. Daftar sekarang ke bu Aam. Ikuti yang saya katakan. Nanti PD akan muncul dengan sendirinyaa. Masak ndak pede anda jadi penulis pertama, dan saya menjadi penulis kedua? Tanya bu Aaam pengalamannya. Makannya dulu kalau bu Aam masih ingat, saya lebih senang mengajak rekan-rekan guru untuk BERJALAN BERSAMA, bukan sekedar BERDISKUSI. Kebanyakan orang senangnya berdiskusi dan TAKUT EKSEKUSI. Kalau saya terbalik, langsung EKSEKUSI di bawah bimbingan saya, baru kita berdiskusi nanti kalau ada hambatan.

P2

Dalam menulis tentunya kita membutuhkan referensi, nah untuk membuat satu buku. Idealnya berapa buku referensi yang kita gunakan? (Afif)

Jawab : Tidak ada aturan mengenai hal ini. Referensi adalah bentuk penghormatan kita terhadap karya orang lain yang butir-butir kontennya kita pakai dalam buku kita.. Semakin banyak kita pakai pemikiran orang lain, semakin banyak referensi yang kita pergunakan.

P3

Ida farida mohon Ijin tanya bagaimana tulisan kita berkualitas dan dipercaya penerbit mayor? (Ida)

Jawab : Isi atau konten menarik yang disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk mencari judul dan tema yang menarik bagi penerbit mayor bisa melihat dari youtube berikut https://www.youtube.com/watch?v=17v72RUhZIY

P4

Assalamu'alaikum. Sy Rahman dari Sumenep madura. Mau tanya, bagaimana cara agar tulisan kita masuk dalam kategori mayor, dan bagaimana memunculkan inspirasi atau ide sehingga dapat menghasilkan karya yg bagus dan inspiratif🙏🏻🙏🏻

Jawab : Nah ini akan saya ajarkan sambil pak Rahman menulis. Daftar ke bu Aam ya, nanti BAGAIMANA nya akan kita lalui Bersama. Sudah banyak teori, konsep, dan pengalaman dari penulis lain yang disampaikan ke anda semua. Sehingga saya tidak ingin membebani dengan teori-teori baru. Jadi saya mengajak teman-teman yang BERMIMPI karyanya terpajang di toko buku untuk BERGABUNG dalam batch JANUARI BERSERI yang nanti akan menjadi workshop mingguan membuat buku mayor.

 

Di akhir sesi peserta dibuat penuh tanya dan meraba-raba, apa yang akan terjadi di workshop menulis bersama Prof Eko. Mampukah menulis sesuai kriteria penerbit mayor? Mampukah menyelesaikan buku dengan tema yang telah ditentukan dalam waktu dua minggu? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang menantang lainnya. Dengan penuh harap semoga akan lahir buku-buku mayor dari para peserta. Membuktikan suatu keajaiban bahwa setiap orang pasti bisa menerbitkan buku mayor dengan suatu niatan dan usaha yang maksimal. Sesi ini tidak berhenti sampai disini karena para peserta yang menerima tantangan dari Prof Eko berkumpul dalam WAG yang baru. Terus kobarkan semangat untuk berkarya. Salam Literasi.

Rabu, 18 Januari 2023

Dahsyatnya Blog Sebagai Media Pembelajaran


Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke-5

Tanggal           : 18 Januari 2023

Tema               : Blog Sebagai Media Pembelajaran

Narasumber     : Dail Ma’ruf, M.Pd

Moderator       : Purbaniasita KS, S.Pd

 



Kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombangg ke-28 pada pertemuan ke-5 kali ini mengangkat tema “Blog Sebagai Media Pembelajaran”. Materi disampaikan oleh Bapak Dail Ma’ruf, M.Pd, Ketua Yayasan Semesta Alam Madani , Kota Serang Provinsi Banten, beliau juga merupakan peserta KBMN gelombang 20, awalnya belum punya Blog, tapi bermodal semangat ingin ikut KBMN selama 2,5 bulan atau 30 materi saya langsung japri Om Jay, pendiri KBMN, minta arahan bagaimana cara buat Blog.

Sebagai gambaran 5 Blogger Paling Terkenal di Indonesia :

1.   Herman Yudiono, seorang fulltime blogger yang telah memiliki gaji 21 juta/bulan dan benefit lainnya. Kisah inspiratifnya dapat dibaca di blognya :  hermanyudiono.com.

2.   Raditya Dika, seorang komika dan blogger yang pernah meraih penghargaan Indonesian Blog Award The Online Inspiring Award di tahun 2009.

3.   Sugeng Riyadi

4.   Carolina Ratri

5.   Dani Rachmat.

Blog sama dengan medsos lainnya seperti FB, IG, Email , Tiktok, dan You Tube. Blog dapat kita gunakan untuk hal positif dan manfaat, diantaranya bagi guru, bisa dijadikan media pembelajaran yang efektif, karena materi di blog dapat dibuka kapan saja dimana saja dan akan bisa sangat interaktif. Kata “blog” sendiri berasal dari kata weblog yang diperkenalkan pertama kali pada 1998 oleh Jhon Barger. Berger memberi nama weblog untuk mengkhususkan istilah website yang bersifat pribadi dan sering diperbarui dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, blog adalah website yang bersifat personal, yang memuat opini personal dan halhal lain untuk mengaktualisasikan diri dan mengabarknnya pada komunitas global

Dari banyaknya genre penulis, blog digolongkan menjadi :

1. Blog pendidikan, biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.

2. Blog sastra, lebih dikenal sebagai litblog (literary blog), berisi masalah yang berkaitan dengan dunia sastra.

3. Blog pribadi disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan, dan perbincangan teman.

4. Blog bertopik, yaitu blog yang membahas sesuatu masalah/topik tertentu, dan fokus pada bahasan tertentu.

5. Blog kesehatan, lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-keterangan tentang kesehatan.

6. Blog politik berisi tentang berita politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (seperti kampanye)

7. Blog perjalanan, fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan.

8. Blog riset, berisi persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.

9. Blog hukum, berisi persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws.

10. Blog media, berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi.

11. Blog agama, membahas masalah yang berkaitan dengan agama. Transformatika, Volume 12 , Nomer 1, Maret 2016 ISSN 0854-8412 124.

12. Blog bisnis, digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka. Jenis blog tersebut

Banyak sekali manfaat blog bagi Pendidikan, diantaranya :

1.      Blog sebagai rumah belajar dan berbagi guru Artinya, kreativitas dan kegemaran guru dapat disalurkan melalui blog, seperi kreativitas dalam menulis, maupun karya-karya lainnya.

2.      Blog dapat meringankan tugas dan beban guru dalam mengajar,  Blog akan memudahkan guru karena segalanya dapat dimasukkan ke dalam blog. Misalnya, materi pelajaran, tugas siswa, informasi nilai siswa.

3.      Blog dapat meningkatkan minat belajar para siswa Transformatika, Volume 12 , Nomer 1, Maret 2016 ISSN 0854-8412 125 menyatakan “ dengan blog, seorang guru dapat memposting suatu permasalahan atau materi pelajaran yang disusun dalam suatu bahasa yang formal tetapi lebih santai. Kemudian para siswa bisa blogwalking ke blog tersebut dan kegiatan belajar mengajar pun bisa menjadi lebih menyenangkan.

4.      Blog dapat diakses oleh siapa pun di belahan dunia. Dengan blog, guru bisa berbagi materi pelajaran tidak hanya untuk siswanya, tetapi juga setiap orang orang yang membutuhkan pemikirannya di mana pun mereka berada dengan mudah dan murah.

5.      Blog dapat menjadi media silaturahim. Blog dapat dijadikan sebagai sarana untuk bertemu secara tidak langsung dan dapat menjalin komunikasi satu sama lain karena blog dapat diakses oleh siapa pun di seluruh dunia

 

Menurut Dr Wijaya Kusumah Bloger KBMN dalam penelitiannya telah membuktikan bahwa :

1.   Prestasi murid mengalami peningkatan signifikan dengan media Blog Kolaboratif.

2.   Penerapan Media Blog dapat diterapkan dalam semua pelajaran

3.   Dapat diterapkan dalam Jenjang SD hingga PT

4.   Meningkatkan kemampuan menulis siswa

5.   Meningkatkan kemampuan literasi siswa

 

Sedangkan pemanfaatan Blog sebagi Media Pembelajaran Menurut Mayor Nani, antara lain :

1.   Ketika mengajar, saya gunakan blog untuk mengirimkan tugas-tugas ke siswa dan saya meminta mereka menjawab di blog mereka dan mengirmkan linknya ke group.

2.    Saya juga memberi tugas ke siswa lain untuk berkunjung ke blog teman-temannya minimal dua blog.

3.   Saya tidak dapat memaksa mereka untuk visit ke semua blog karena mereka juga mendapatkan banyak pekerjaan rumah dari guru berbeda.

 

Contoh Blog Sebagai Media Pembelajaran yang telah dikembangkan olehh narasumber maupun penulis antara lain :

https://dailalser.blogspot.com/2021/09/perkembangbikan-generatif-pada-tumbuhan.html

https://dailalser.blogspot.com/2021/09/mari-belajar-soal-up-ppg-b-ind0-ipa-ips.html

https://dailalser.blogspot.com/2021/09/blog-sebgai-sarana-pembelajaran.html

https://learntobebetter.blogspot.com/2017/02/luas-dan-keliling-lingkaran.html

https://learntobebetter.blogspot.com/2017/02/unsur-unsur-lingkaran.html

 

Pada sesi tanya jawab ada beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh peserta antara lain :

 

P1 Malam Bu Sita

Saya Lesterina Purba -Bekasi

Ingin bertanya Menulis di blog apakah harus banyak jumlah katanya?

Apakah harus menulis setiap hari baru bisa menghasilkan uang?

Sekian dari saya terima kasih

Mantap bu Lesterina di Bekasi, Trima kasih pertanyaannya :  Menulis di Blog tak ada batasan kata. Bebas saja .  satu kalimat pun boleh . Misal  judulnya : bahaga, isinya : hari ini aku bahagia dapat arisan RT. boleh.... Kl mau mahir nulis dan banyak keajaiban yang harus berusaha jalankan mantra sakti om jay, tapi kl lagi sakit atau sangat sibuk -- ya libur juga tak masalah. Hasilkan uang? bisa itu Om jay tiap bulan dari kompasiana dapat minmal 600 kadang 1 juta, bahkan teman saya perbulan dapat 3-6 juta tapi bukan Kompasiana.

 

P7 Nama : Nurmiati

Asal Sekolah : SMP N 2 Kaloran, Temanggung

Pertanyaan :

1. Seberapa penting kita menggunakan blog berbayar?

2. Kapan kita memilih untuk mempunyai blog berbayar?

3. Monetisasi blog dihitung dari aspek apa saja?

Terimakasih atas jawabannya🙏

 

1.   Jika Ibu mau yakinkan akan jadi Bloger profesional seperti Om Jay dan pak Dedi Dwitagama guru Om Jay maka sebelum tentukan pilih blog berbayar coba konsul ke Om jay dan pak Dedi atau om Brian

2.   Kapan saja ibu mau, makin cepat makin bagus, karena kal kita bayar akan -- rajin nulis isi blog, sayang kl tak nulis.

3.   dari viewer yang berkunjung ke Blog kita tiap bulannya.

Dari uraian di atas sangat dahsyatnya pemanfaatan blog untuk media pembelajaran, jadi jangan tunggu lagi, mari jadikan blog kita sebagai media pembelajaran. Terakhir, penulis ucapkan terimakasih banyak kepada Pak Da’il Ma’ruf, M.Pd yang dengan jelas dan lugas telah menyampaikan ilmunya yang luar biasa, semoga menjadi amal jariyah beliau. Amin. Diiringi do’a semoga kita semua selalu bersemangat untuk selalu menulis, berkarya dan bisa menginspirasi orang banyak.

 

 

 


Selasa, 17 Januari 2023

SULAP KARYA ILMIAH MENJADI BUKU

 

Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke-4

Tanggal            : 16 Januari 2023

Tema               : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Narasumber     : Eko Daryono, S.Kom

Moderator        : Nur Dwi Yanti, S.Pd



Tak terasa kegiatan “Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombangg ke-28” sudah sampai pada pertemuan ke-4. Kali ini tema yang diangkat adalah Menulis Buku dari Karya Ilmiah. Materi disampaikan oleh Bapak Eko Daryono, S.Kom yang biasa disapa Mr. Yons. Beliau adalah seorang ASN Fungsional Tertentu di SMP N 3 Mojolaban Sukoharjo dengan status tersertifikasi pada Mata Ajar TIK. Beliau memiliki jumlah karya baik solo maupun antologi berjumlah 32 serta karya ilmiah diantaranya berjudul “Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Every One Is Teacher Dalam Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar TIK” dan “Peningkatan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar TIK dengan Penerapan Strategi Tim Quiz”. Untuk lebih lengkapnya silahkan berkunjung ke link berikut ini    ( https://maseko1275.blogspot.com/2021/11/profil.html). Pada materi kali ini peserta diajak untuk menyulap karya ilmiah yang sudah kita punyai menjadi sebuah buku.

Karya tulis ilmiah (KTI) dalam Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014 adalah tulisan hasil litbang  dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah. Secara umum KTI ada dua yaitu KTI Nonbuku dan KTI Buku.

1.    Karya tulis ilmiah nonbuku antara lain :

a.    KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar meliputi tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi.

b.    KTI hasil penelitian meliputi PTS, PTK, best practice, makalah, artikel, jurnal.

c.    KTI berupa ulasan atau resensi.

2.    Karya tulis ilmiah buku antara lain :

a. Buku bahan ajar : diktat, modul, buku ajar, buku ajar, buku referensi.

b. Buku pengayaan : monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan.

c. Buku kompilasi : bunga rampai, prosiding.

Pada umumnya Struktur  Penulisan KTI sebagai berikut :


Struktur di atas umumnya dijadikan sebagai standar dalam menyusun bab-bab dalam KTI meskipun untuk KTI sejenis skripsi, tesis, desertasi, tugas akhir memiliki gaya yang berbeda di setiap kampus.

Apa perbedaan laporan KTI dan KTI yang dikonversi menjadi buku? Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI. Secara sistematika, tentunya gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. Misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab. Secara Bahasa, meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis

Langkah-langkah mengkonversi KTI menjadi buku dapat dijabarkan sebagai berikut :

1.    Memodifikasi Judul

Judul KTI umumnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu). Judul buku hasil konversi seperti judul buku-buku yang punya daya tarik dan daya jual harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.

2.    Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan

KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku. Pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah

3.    Memodifikasi bab 1

Bab I yang biasanya PENDAHULUAN boleh tetap dipertahankan judulnya dengan PENDAHULUAN, boleh PEMBUKA atau kata lain yang menggambarkan kemenarikan buku. Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab - sub bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka. Fokusnya lebih mengeksplor latar belakang

4.    Memodifikasi Bab 2

Susunan bab dan sub bab dapat diubah dalam gaya penulisan buku sehingga menjadi beberapa bab.

 

Sebagai contoh dari Bab 2 pada PTK

Bab 2 tersebut dikonversi menjadi bebarapa bab pada buku, sebagai berikut :

BAB II   MOTIVASI BELAJAR

BAB III PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

BAB IV PEMBELAJARAN KOOPERATIF

BAB IV MODEL PEMBELAJARAN EVERY ONE IS TEACHER HERE

 

5.       Modifikasi Bab III

Substansi bab 3 sebenarnya lebih terfokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen) serta analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya. Ada beberapa alternatif yang dapat diterapkan. Benar-benar menghilangkan bab III, menginclude bab 3 di bab 2 atau menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan. Menghilangkan bab 3 maksudnya keseluruhan isi bab 3 dihilangkan, sebab bunyi bab 3 sebenarnya bisa dicermati dari isi pembahasannya. Menginclude bab 3 di bab 2 maksudnya konsep pokok terpenting dari bab 3 digabung dalam bab 3.

6.       Modifikasi Bab IV

Bagian ini sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV. Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.

7.       Modifikasi Bab V

Pada laporan hasil penelitian, bab V biasanya diberi judul PENUTUP. Judul tersebut dapat dipertahankan. Hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian.

8.       Modifikasi Lampiran

Lampiran yang disertakan hanyalah instrument penelitian atau data matang yang mendukung, bukan data-data mentah.

 

 

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi buku :

1.    Keaslian laporan hasil penelitian. Tindakan Plagiat tidak dibenarkan terlebih karya seperti PTK kadang tidak dicek keasliannya. Namun saat diterbitkan jadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya yang akan diterbitkan memang oroginal punya penulis sendiri. Kalau karya seperti skripsi, tesis apalagi desertasi akan langsung ketahuan jika plagiat karena sudah ada generate machine untuk pengecekannya

2.    Menghindari kompilasi yang terlalu banyak. Include saja pendapat pada ahli yang mendukung substansi ini, sisanya mengembangkan dengan analisis dari sudut pandang penulis. Mengapa demikian, saat penulis menerbitkan buku dari hasil KTI-nya sedang otomatis dia sedang menyuguhkan bahan pustaka kepada pembaca. Kegiatan sekedar meng-copas pendapat asli para pakar perlu dihindari dengan mengubah gaya penulisan kutipan

3.    Memilah dan memilih data yang dipublikasikan. Data matang saja yang disajikan agar buku berbobot dan tidak bombastis.

4.    Modifikasi bahasa buku

Hindari pemakaian penanda transisi menurut hal itu sesuai dengan pendapat lebih lanjut si A menyatakan berdasarkan hal tersebut. Termasuk menyebutkan kata penelitian ini, peneliti, bahkan penulis

5.    Hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

6.    Wajib menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.

7.    Memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB.

Demikian materi pada pertemuan ke-4, mari jadikan karya ilmiahh kita menjadi buku dan dapatkan nilai angka kredit dari Laporan Penelitian dan Buku sekaligus. Mohon komentar, masukan, dan sarannya untuk membuat tulisan yang lebih baik di kesempatan mendatang. 

Jumat, 13 Januari 2023

Gali Potensi Ukir Prestasi

Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Pertemuan Ke-3

Narasumber : Aam Nurhasanah, S.Pd



Pada pertemuan ke-3 Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 28 mengambil tema Gali Potensi Ukir Prestasi. Narasumber pada pertemuan kali ini adalah Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd dengan moderator Ibu Arofiah Afifi, S.Pd. Ibu Aam Nurhasanah adalah seorang guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN Satu Atap 4 Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Prestasi beliau sangat luar biasa, sangat produktif dalam menulis, bisa menerbitkan buku hingga 56 buah dalam satu tahun.

Berprestasi adalah dambaan setiap orang. Berprestasi dalam hal ini tidak sekedar prestasi akademik, namun juga prestasi non akademik bahkan prsetasi social sekalipun. Berprestasi adalah sarana untuk menunjukkan keberadaan diri kita. Salah satu cara untuk menunjukkan keberadaan diri kita adalah dengan menulis. Menulis sebuah buku baik antologi maupun solo, dimana foto kita akan terpajang dalam buku tersebut.

Namun untuk penulis pemula banyak sekali kendala untuk memulai menulis tulisan karena takut tulisannya jelek, takut dibuli, tidak percaya diri, takut tulisan tidak sempurna, dan keraguan dalam mempublikasi tulisan sehingga tulisannya hanya disimpan di dalam draf dan membiarkan ide itu menguap hingga berlalu begitu saja. Dan banyak lagi kendala yang dihadapi sehingga satu langkah untuk menulis selalu kandas. Terkadang langkah pertama memang berat, tetapi ketika langkah pertama sudah terlampaui maka langkah selanjutnya akan ringan adanya. Dengan niat yang kuat dan usaha yang konsisten maka menulis bisa menjadi candu, belum bisa tidur kalua belum menulis.

Tidak bisa dipungkiri bahwa tokoh inspiratif dan sirkel yang positif sangat berpengaruh dengan impian kita. Begitupun menulis, sebaiknya kita mempunyai role model tokoh inspiratif sehingga kita akan termotivasi dari seseorang yang telah sukses dalam menulis dengan pencapaian-pencapaiannya. Dengan sirkel positif dalam menulis akan mendorong kita untuk terus menulis karena jika kita tidak menulis kita akan ketinggalan. Cerita sukses orang seperjuangan tentu lebih bermakna daripada oarng yang sudah jauh lebih sukses dari kita.

Begitu banyak alasan untuk malas menulis, maka lebih banyak alasan untuk rajin menulis. Salah satu alasan untuk malas menulis adalah kesibukan. Setiap orang diberi jatah waktu 24 jam tiap hari, tetapi ada sebagian orang yang tidak menghasilkan apapun dan sebagian lagi sangat produktif setiap hari. Pun setiap orang merasa sibuk dengan aktivitas sehari-hari sehingga menjadi alasan untuk mengurungkan niat menulis. Cara membagi waktu terbaik adalah dengan membuat skala priorotas. Mana yang urgent kerjakan lebih dahulu. Beberapa orang merasa akan sangat termotivasi alias kepepet jika mengerjakan tugas di akhir waktu atau deadline, bagi saya tidaklah masalah. Tetapi jangan kemudian tidak produktif, sebaiknya buat deadline setiap hari dan atur deadline kita sendiri. Dengan begitu meskipun kita bekerja deadline namun banyak yang bisa kita kerjakan bukan sekedar menunggu deadline semata.

Tulisan yang bagus bukanlah ilmu pertama yang kita kejar, namun ketika kita bisa menulis setiap hari, insyaAllah keajaiban akan terjadi seperti moto Om Jay yang sering beliau denggungkan. Menulis setiap hari secara mengalir, membaca tulisan orang lain dengan blog walking misalnya, lama kelamaan perbendaharaan kita akan bertambah. Diksi akan semakin bagus, alur tulisanpun juga akan semakin terarah. Jangan berpikir tulisan kita harus sempurna karena itu akan menghambat motivasi menulis kita. Kesuksesan itu butuh berproses, sedikit yang berproses cepat dan sangat banyak yang berproses lama, kesabaran sangat dibutuhkan dalam menggapai kesuksesan. Bahkan terkadang kita harus tutup telinga untuk suara sumbang yang menghambat kesuksesan kita atau bulian yang datang dari orang-orang terdekat sekalipun.