Sabtu, 18 Maret 2023

Memulai Usaha Penerbitan Buku

 

Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke-30

Tanggal           : 17 Februari 2023

Tema               : Usaha Menerbitkan Buku

Narasumber     : Mukminin, S.Pd, M.Pd

Moderator       : Muliadi, M.Pd


 

Menerbitkan buku merupakan salah satu mata rantai dari aktivitas menulis. Tulisan yang tersimpan begitu saja, tidak diterbitkan tentu akan kurang pengaruhnya baik bagi penulis maupun orang lain. Penulisnya tidak dikenal, sedangkan  ide dan gagasan penulis pun tidak tersampaikan. Pada kegiatan KBMN gelombang ke-28 pertemuan terakhir yaitu pertemuan ke-30 kali ini tema yang diangkat adalah Usaha Penerbitan buku. Apa dan bagaimana usaha penerbitan buku itu?  Materi akan disampaikan oleh narasumber yang luar biasa yaitu Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd. atau yang lebih akrab dipanggil Cik Inin atau Pak Inin.

 

Pak Inin lahir di Jombang pada tanggal 6 Juli 1965. Mengenyam pendidikan di SDN dan SMP Segodorejo  Sumobito, SPN Jombang, D2  IKIP NEGERI Surabaya, S1 IKIP PGRI Tuban, serta S2 UNISDA LAMONGAN Jurusan Bahasa dan Sarta Indonesia. Saat ini beliau sehari-hari berprofesi sebagai guru di SMP I Kedungpring Lamongan sejak 1989-sampai sekarang. Selain mengajar Pak Inin juga produktif dalam dunia tulis menulis, beliau telah menulis 6 buku solo, berikut bukunya: 55 Pantun Nasihat  th.2020 penerbit Kelompok Majas Bojonegoro, Jurus Jitu Menjadi Penulis Handal Bersama Para Pakar.  Penerbit Kamila Press 2020. Merupakan buku terlaris, Kidung Hati ( Kamila Press Lamongan, 2021), LARON Kumpulan Puisi 2.0 ( KAMILA PRESS LAMONGAN, 2022), Nusantara Berpantun Antologi 65 Pantun Nasehat ( Kamila Press 2022), dan Dari Pengantar Jadi Buku ( Kamila Press 2022). Profil lengkap beliau dapat dilihat melalui tautan berikut: https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html

 

Pada pemaparannya Cik Inin bercerita dalam upaya membuka usaha penerbitan buku yang diberi nama Kamila Press. Cerita berawal ketika Cik Inin mengikuti pelatihan KBMN angkatan 8, setelah menjadi draft dan cover beliau share di grup wa KBMN. Ternyata salah satu peserta KBMN malah meminta menerbitkan bukunya. Oleh Pak Inin tantangan tersebut beliau terima, dengan bekerja sama dengan penerbit buku yang sudah menjadi mitra Pak Inin sebelumnya. Pak Inin langsung mendirikan percetakan pada September 2019 resmi membuat percetakan Kamila Press. Setelah itu banyak peserta KBMN yang meminta menerbitkan buku pada Kamila Press. Sambil mengurus ijin CV Kamila Press dan mendaftarkan diri pada perpusnas agar buku yang diterbitkan oleh  Kamila Press dapat diajukan ISBN nya.

  

Menurut Pak Inin dalam proses pembuatan Buku Ber-ISBN maka ada beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi, antara lain :

1. Penerbit harus mempunyai Link berbayar

2. Buku yang.diajukan no. ISBN harus dikirim lengkap ke Web Perpusnas :

a.  Cover buku

b. Permohonan ISBN Buku ke Perpusnas Nasional oleh penanggung jawab penerbit (Direkturnya)

c. Surat Pernyataan Keaslian Karya bermaterei 10.000 dan ditandatangani penulis mengetahui penanggung jawab penerbit dengan stempel penerbit

d. Naskah buku yg sudah dilayout bentuk PDF lengkap atau utuh satu buku harus diberi WATERMAK ( nama judul buku dan penerbit )

 

Proses pengajuan ISBN biasanya sekitar 1-3 minggu akan segera diinformasikan kepada penerbit apakah diterima atau ditolak. Jika sudah terbit ISBN penerbit akan menginformasikan kepada penulis untuk ditindaklanjuti proses cetaknya. Namun tidak semua buku dapat ISBN beberapa hal yang menjadi penyebabnya adalah :

  1. Buku yang ditulis bersama-sama atau nulis bareng, karena sebelumnya terdapat buku nubar yang sudah mendapat ISBN tetapi tidak dicetak
  2. Buku merupakan hasil kegiatan menulis di sekolah-sekolah atau buku hasil diklat
  3. Penerbit tidak menyetorkan 2 buku ke perpusnas
  4. Penerbit harus memiliki link berbayar

 

Menerbitkan buku ber-ISBN tidak sulit yang penting penuhi syarat-syaratnya, terutama untuk karya solo. Untuk karya bersama atau antologi yang tidak bisa diberikan no ISBN maka dapat  ada pilihan QRCBN

 

Terkait upaya untuk membuka usaha penerbitan tidak perlu memiliki usaha percetakan sendiri, tetapi kita bisa bekerja sama dengan pemilik usaha percetakan. Membuat usaha penerbitan juga tidak perlu modal besar, yang penting cukup adalah

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta, pada kesempatan kali ini ada sekitar 13 pertanyaan yang didiskusikan, beberapa diantaranya sebagai berikut :

 

P4

Assalamu'alaikum, saya agustin dr Jakarta,

Izin bertanya, Apakah secara financial, membuka penerbitan buku itu profit pak?

Karena, menjual buku itu agak sulit dan lama menurut saya.  Bagaimana strategi bapak agar buku yg dicetak bisa langsung ke jual? Terimakasih atas jawabannya bapak

Jawab:

Menerbitkan buku secara finansial masih menguntungkan. Tetapi Pak Inin mempunyai tujuan utama untuk membantu guru dan penulis untuk menyebarkan ilmu dan menggiatkan literasi. Jika penulis untung maka penerbitpun juga akan untung.

 

P10

Imro'atus Sholihah_Jombang Jatim

Penerbitan buku di era digital saat ini terus berkembang dengan cepat. Tentunya dalam rangka menyesuaikan perkembangan zaman, mungkin ada inovasi penerbitan buku yang muncul  yang dapat mempengaruhi cara kita membaca, menulis, dan mengonsumsi buku. Menurut Bapak seperti apa bentuk inovasi-inovasi penerbitan buku tersebut, mulai dari cara buku diproduksi, didistribusikan, hingga cara buku dijual dan dikonsumsi? Dari uraian di atas beberapa langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk membuat dan mengelola majalah sekolah. Halangan dan kendala pasti banyak untuk mewujudkan majalah sekolah, tetapi setiap masalah pasti ada solusinya.

Jawab :

Menurut saya sebagai pengalaman yang awal, buku harus mempunyai inovasi dalam penerbitan antara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menyuguhkan cover yang bagus dan menarik yang mencerminkan isi buku, tata letak atau layout harus diperhatikan. Buku agar menarik lebih baik ada gambar ilustrasi pada halaman sub bab tidak dipenuhi oleh tulisan, tetapi sepertiga di atas dikosongi untuk ditambah ilustrasi atau gambar. Dalam penjualan promosi harus bagus, pengaturan display di bazar buku harus menarik juga.

 

Terakhir saya ucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd atas paparan materi dan tips memulai usaha penerbitan buku dan membantu penggiat literasi untuk memajukan tingkat literasi masyarakat Indonesia, semoga menjadi amal jariyah bagi Pak Inin. Amin. Diiringi do’a semoga kita semua selalu bersemangat untuk menulis setiap hari selama tiga bulan, menghasilkan karya dan bisa menginspirasi orang banyak. Salam Literasi.

 

Senin, 13 Maret 2023

Strategi Promosi Buku

 

Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke-28

Tanggal        : 13 Maret 2023

Tema            : Teknik Promosi Buku

Narasumber  : Akbar Zainudin, MM, MNE

Moderator    : Sim Chung Wei, S.Pd



Banyak cara yang bisa kita lakukan agar buku dapat menjangkau lebih banyak pembaca. Terlebih di era digital ini kita dapat dengan mudah berinteraksi kepada banyak audien. Bagaimana teknik untuk mempertemukan karya kita dengan pembacanya? Bagaimana teknik marketing dalam mempromosikan buku? Pada kegiatan KBMN gelombang ke-28 pertemuan ke-28 kali ini kita belajar “Teknik Promosi Buku", bersama narasumber hebat dengan segudang pengalamannya, yaitu Bapak Akbar Zainudin, penulis buku Man Jadda Wajada buku yang sudah cetakan ke-13, beredar 55.000 eksemplar selain buku Man Jadda Wajada beliau juga telah menulis 15 buku dari tahun 2010 sampai sekarang. Selama ini beliau membrandingkan diri sebagai motivator dan penulis buku-buku motivasi. Beliau banyak menulis buku-buku tentang motivasi : motivasi belajar, motivasi hidup, motivasi kerja, motivasi bisnis, motivasi menulis, dan juga motivasi agama.

 

Buku beliau tentang menulis adalah UKTUB; Panduan Menulis Buku dalam 180 hari . Ini buku panduan menulis dari A sampai Z yang di dalamnya terdapat 150an alamat penerbit yang bisa dikirimi naskah, anggota IKAPI. Olah karenanya penulis pemula wajib mempunyai buku ini. Selain itu buku ini juga menjadi materi pembelajaran DIKLAT MENULIS yang beliau adakan. Pengalaman beliau yang mempunyai 4 hobi; mengajar, menulis, jalan-jalan, dan makan dapat dijalankan secara bersamaan. Sebagai trainer, keempat hal ini bisa beliau lakukan, telah berhasil keliling ke 33 Provinsi di Indonesia, kurang 1 provinsi lagi, yaitu Papua. Buku terlaris kedua beliau adalah KETIKA SUKSES BERAWAL DARI PESANTREN. Menjadi laris karena memang disebarkan bersama pelatihan motivasi untuk para santri dan santriwati seluruh Indonesia. Kalau di pesantren, materi pelatihan dibuat menjadi dua yaitu seminar motivasi dan pelatihan menulis buku. Seminar motivasi untuk seluruh santri agar betah di pesantren, punya impian besar, lebih menghormati guru dan orang tua. Untuk pelatihan menulis, biasanya penyampaian teorinya tidak terlalu banyak kemudian dilanjutkan praktik menulis. Hasil tulisan para santri diketik di komputer, lalu kita jadikan sebagai buku antologi.

 

Kesempatan kali ini Pak Akbar berbagi materi tentang Strategi Pemasaran Buku, yang beliau ambil dari buku saya UKTUB: Panduan Menulis buku dalam 180 hari. Menurut pemaparan beliau promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku adalah cara kita mengenalkan buku yang kita miliki kepada audiens kita agar mereka tertarik dan mau membeli. Promosi buku itu penting karena sebagus apapun buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita.

 

Beberapa tujuan dari promosi buku adalah:

  1. Membuat audiens mengenal (tahu) buku kita.
  2. Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita. Bagaimana caranya yang tadinya mereka tidak butuh, tetapi setelah kita promosikan menjadi butuh.
  3. Meyakinkan konsumen untuk membeli buku.
  4. Mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita kepada orang lain.

 

Selanjutnya seorang penulis maupun pennerbit dapat melakukan program promosi. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan, antara lain :

 

PERTAMA, LAUNCHING BUKU

Lounching adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.

Sekarang ini program launching buku semakin mudah. Dengan adanya Media Sosial, kita bisa melakukan program launching buku ini bahkan dari rumah. Bisa melalui FB, IG, ataupun Youtube. Buat saja program LAUNCHING BUKU, live di FB, IG, atau Youtube. Undang kawan-kawan kita. Ajak mereka berpartisipasi. Launching buku kalau perlu setiap bulan tidak hanya sekali.

 

KEDUA, BEDAH BUKU

Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya. Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.

 

KEEMPAT, MEMBANGUN KOMUNITAS

Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa.

 

Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku. Misalkan komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. beliau share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya saya bentuk di WA Grup. Sesekali seminar melalui Zoom.

 

KELIMA, MEMBANGUN JARINGAN RESELLER

Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual. Sebagai contoh Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku.

 

KEENAM, JUALAN DI MARKETPLACE

Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita. Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

 

KETUJUH, MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL untuk promosi buku.

Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan. Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.

Video tentang materi 7 Cara Promosi Buku biar jadi best seller dapat dilihat melalui link berikut : https://youtu.be/lZhAixv86wA

 

Sebagai penutup, Pak Akbar menyampaikan bahwa sekarang ini sebagai seorang penulis, kita kalau bisa memiliki beberapa keterampilan yang akan membantu proses penjualan buku.

Pertama, keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public speaking). Agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi calon pembaca.

Kedua, kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21.

Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media sosial seperti YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup akan lebih mudah.

 

Kesimpulan materi yang disampaikan Bapak Akbar merupakan tujuh teknik promosi buku yaitu lounching buku , mengadakan bedah buku, mengadakan seminar atau pelatihan, membangun komunitas, membangun jaringan reseller, berjualan di marketplace, dan memanfaatkan sosial media. Jangan selalu berpikir jika kita ini penulis pemula, ketika kita sudah membuat satu tulisan saja yang sudah dipublish meskipun di blog pribadi berarti tulisan kita telah layak di baca oleh orang lain. Terakhir saya ucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Akbar Zainudin MM. MNE atas paparan materi yang luar biasa, semoga menjadi amal jariyah untuk beliau. Amin. Tak lupa kita berdo’a semoga kita semua selalu bersemangat untuk menulis apapun setiap hari dan merasakan keajaiban datang, menghasilkan karya dan bisa menginspirasi orang banyak.

Selasa, 07 Maret 2023

Naik Pangkat PNS dengan Menulis Buku

 

Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke-25

Tanggal        : 6 Maret 2023

Tema            : Poin Buku Pada Kenaikan Pangkat PNS

Narasumber  : Dr. Imron Rosidi, M.Pd

Moderator    : Yandri Novita Sari, S.Pd

 



Saat ini banyak pendidik atau PNS jabatan fungsional lainnya yang tidak bisa naik pangkat karena terkendala syarat kenaikan pangkat yaitu mempunyai publikasi ilmiah atau karya inovatif. Salah satu faktor pendukung untuk kenaikan pangkat bagi seorang pendidik adalah menulis buku. Namun tak jarang banyak pendidik yang berargumentasi bahwa menulis buku suatu hal yang susah. Apakah bener begitu? Lalu buku yang bagaimana yang masuk kategori kenaikan pangkat PNS? Apa saja jenisnya? Bagaimana syarat untuk kenaikan pangkat dengan aturan terbaru? Pada pertemuan ke-25 kali ini  akan membahas tentang “Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS” bersama narasumber Bapak Dr. Imron Rosidi, M.Pd. dan  moderator Ibu Yandri Novita Sari, S.Pd.

Bapak Imron saat ini berprofesi sebagai Kepala Sekolah di SMK serta dosen Pascasarjana Uniwara STKIP Pasuruan dan kampus Dalwa Bangil dengan seabrek prestasi. Beliau adalah alumni D-III Jurusan Bahasa di IKIP Surabaya ini. Pada tahun 2011 Pak Imron Rosidi terpilih sebagai penerima Penghargaan Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudyono (SBY) selain itu beliau juga mendapatkan penghargaan dari Intel Education Award dan Platinum Indonesia. Salah satu buku karya beliau berjudul “Bergerilya Menjadi Penulis” dan "Menulis Siapa Takut". Karena kecintaannya di bidang menulis Pak Imron dipercaya menjadi wakil dalam Pertukaran Tokoh Masyarakat Indonesia dengan Amerika Tahun 2006 dan menjadi wakil kalangan guru yang terbang ke Amerika. Tidak hanya Amerika,  lelaki kelahiran kelahiran Surabaya tanggal 10 Juni 1966 ini juga terbang ke Sydney dan Melbourne tahun 2011, beliau dipercaya mewakil Indonesia karena beliau mendapat Predikat Guru Berprestasi Tingkat Nasional.

Sepak terjang yang luar biasa diimbangi ketekunan dan keuletan Bapak Imron sebagai Penulis buku pelajaran, buku pendidikan dan buku umum dari penerbit UM Press, Kanisius dan lain sebagainya. Beliau juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Bangil mengantarkan beliau meraih gelar Doktor dan beliau juga masuk  sebagai 10 penulis buku nonfiksi yang mendapat apresiasi dari Gubernur Jatim.  Mengutip kalimat dari Samuel Johnson, "Karya-karya yang hebat dilakukan bukan dengan kekuatan, tetapi juga dengan ketekunan."

Pada awal materi Pak Imron menyampaikan cara memanfaatkan kemampuan kita dalam menulis buku untuk Kenaikan Pangkat berdasarkan Permennegpan & RB 16 Tahun 2009. Pada Permennegpan & RB 16 Tahun 2009 menyebutkan bahwa untuk naik pangkat mensyaratkan harus mempunyai publikasi ilmiah atau karya inovatif. Sampai saat ini kemampuan guru dalam membuat publikasi ilmiah dan karya inovatif masih sangat rendah. Hal tersebut dapat dipandang dari dua sisi, satu sisi menganggap aturan ini menghambat kenaikan pangkat guru di sisi lain aturan ini merupakan kesempatan dan motivasi guru untuk menulis dan berkarya.  

 

Dalam Permennegpan & RB  16 Tahun 2009 setidaknya ada 10 jenis PI, 4 jenis KI dan 2 jenis PD. Salah satu jenis PI dan KI adalah penulisan buku. Untuk PI bisa berbentuk buku di bidang pendidikan, buku terjemahan, buku hasil mengubah dari laporan penelitian kita. Sementara itu, di KI bisa berupa buku kumpulan puisi, buku kumpulan cerpen, dan buku novel. Untuk buku antologi puisi yang ditulis keroyokan dimana setiap guru hanya menulis satu atau lebih puisi, maka buku ini tidak bisa dinilai karena untuk kumpulan puisi minimal satu guru menulis 20 puisi yang bisa dinilai, untuk kumpulan cerpen minimal satu guru menulis 5 cerpen bisa dinilai.



Untuk lebih jelasnya dalam memahami bagaimana cara menyusun PI dan KI guru dapat mempelajari Buku 4 sedangkan untuk mengetahui kenapa karya kita ditolak guru dapat mempelajari Buku 5. Dari sekian banyak pilihan yang bisa guru lakukan maka tidak ada alasan bagi guru untuk menyusun publikasi ilmiah dan karya inovatif.

 

Pada tahun 2023 ini pemerintah menerbitkan Permenpan & RB No 1 Tahun 2023 tentang aturan baru kenaikan pangkat, dimana untuk kenaikan pangkat tidak diharus menyusun PI dan KI. Kenaikan pangkat tetap dihitung dari angka kredit yang bersumber pada SKP, secara otomatis akan naik pangkat setiap 4 tahun, namun kenaikan pangkat dapat dilakukan sebelum 4 tahun jika SKP nya memperoleh predikat amat baik. Aturan baru tersebut baru akan berlaku pada Juli 2023 ini dan juknisnya juga belum terbit. Sehingga sampai tulisan ini dibuat belum dapat dibahas lebih lanjut. Dengan terbitnya aturan tersebut bukan berarti guru menurunkan

Pada kesempatan kali ini antusiasme peserta untuk bertanya sangat besar terdapat 36 pertanyaan yang  berhasil didiskusikan. Sebagian besar terkait jenis publikasi ilmiah dan karya inovatif dan angka kreditnya. Khususnya terkait syarat PKB dari guru dan angka kreditnya. Berikut beberapa cuplikan pertanyaan yang dapat terekam :

 

P10

Assalamualaikum. Kasmin.Kota Tangerang Selatan.

Dengan SKP terbaru yang berlaku tahun 2022.

1. Apakah PTK atau PTS serta pengembangan diri ( pelatihan.worhsop, Diklat 32 JP ke atas) masih menjadi prasarat sebagai kenaikan pangkat?

2. Bagi penulis pemula katagori buku pendidikan seperti apa yang bisa diakui dalam pengajuan kenaika pangkat bagi PNS? Terimakasih

Jawab :

1. SKP berdasarkan aturan KP yang lama hanya sebagai lampiran. Bebas yang penting 1 tahun. Berdasarkan aturan baru yang akan dimulai Juli 2023 kalau tidak ada perubahan, SKP sangat menentukan KP.

2. Penulis pemula bisa menulis buku yang berhubungan dengan kurikulum merdeka. Tentang pengaturan jadwal pembelajaran projek. Menanamkan karakter profil pancasila pada pembelajaran projek. Yang penting sesuai dengan pengetahuan penulis

 

 

P11

Amin kurniawan. Dari ponorogo

1. Berapakah angka kredit yang dibutuhkan untuk kenaikan tingkat ?

2. Nah terus bagaimana bila belum pns apa fungsi membuat karya inovatif?

3. Bagaimana dengan kenyataan di lapangan yang tidak semua guru itu bisa membuat buku bahkan kurang bisa menulis buku?

Jawab :

1. AK yang dibutuhkan tergantung golongannya. Dari 3a ke 3b membutuhkan 50, yaitu dari 100 ke 150. Kalau gol 3d ke 4a membutuhkan 100, dari 300 ke 400. Ke 4b membutuhkan 150 dan seterusnya

2. Menulis itu tidak hanya untuk KP. Kalau KI berbentuk membuat media tentunya sangat berguna saat mengajar. Kalau menulis puisi, cerpen dan novel bisa diterbitkan atau dilombakan dan seterusnya.

3. KP tidak hanya dipenuhi dengan menulis buku. Ada 10 jenis PI dan 4 jenis KI. Ke gol IV d dan IVe baru diwajibkan menulis buku ber ISBN

 

P20

Assalamualaikum. Saya, Maria Ulfa, dari Lombok. Bagaimana dengan buku yang akan kita jadikan Buku Solo kita ini, masuk kategori yang mana dan berapa AK nya. Terima kasih Pak Doktor. Ini maksud nya resume buku resume kelas belajar menulis pak.

Jawab :

Tidak bisa. Buku resume tidak bisa diajukan untuk KP

 

Kesimpulan dari materi yang disampaikan Bapak Dr. Imron Rosidi, M.Pd adalah dengan menulis akan banyak kesempatan bagi guru untuk memperoleh angka kredit dan menjadi syarat kenaikan pangkat. Adanya peraturan yang baru bukan alasan untuk berhenti berkarya dan melahirkan tulisan-tulisan yang berkualitas. Terakhir saya ucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Imron atas paparan materi yang luar biasa, semoga menjadi amal jariyah untuk beliau. Amin. Tak lupa kita berdo’a semoga kita semua selalu bersemangat untuk menulis apapun setiap hari dan merasakan keajaiban datang, menghasilkan karya dan bisa menginspirasi orang banyak.

 

 

Jumat, 03 Maret 2023

Langkah Menulis Biografi

 

Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke-24

Tanggal        : 3 Maret 2023

Tema            : Menulis Biografi

Narasumber  : Lely Suryani, S.Pd.SD

Moderator    : Muliadi, M.Pd

 


Di saat-saat kita sedang santai atau gabut pernah tidak mengingat-ingat kejadian waktu kecil, waktu sekolah, kisah cinta monyet, perjuangan mendapatkan pekerjaan, dan kisah lainnya? Kalau jawabnnya pernah, maka daripada selalu diingat-ingat terus lebih baik ditulis saja deh…kisah pribadi kita dari kecil hingga kini. Atau mengidolakan seseorang? Bisa deh tulis kisahnya dalam sebuah tulisan untuk menginspirasi orang lain. Bagaimana menulis kisah perjalanan hidup seseorang tersebut? Mari kita pelajari lebih lanjut bersama narasumber Ibu Lely Suryani, S.Pd.SD dalam Kegiatan KBMN angkatan 28 pertemuan ke-24 dengan mengambil tema “Menulis Biografi”.  Bu Lely Suryani, S.Pd.SD saat ini beliau bekerja di SD Negeri 1 Gumelem Kulon Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Propinsi Jawa Tengah 53475. Beliau lulusan guru penggerak angkatan 5. Untuk mengenal lebih tentang beliau dapat menelusurinya melalui link berikut : https://lelysuryanikreatifinspiratif.blogspot.com/2023/01/profil-lely-suryani.html


Dalam pemaparannya Bu Lely Suryani, S.Pd.SD menyampaikan bahwa biografi adalah sebuah narasi atau cerita yang berisi kisah kehidupan seseorang, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Biografi dapat berisi informasi mengenai latar belakang, masa kecil, pendidikan, pekerjaan, pengalaman hidup, dan pencapaian seseorang selama hidupnya. Biografi dapat ditulis dalam bentuk buku, artikel, atau bahkan film dokumenter. Biografi biasanya ditulis oleh seorang penulis atau biografer yang melakukan riset dan wawancara dengan orang yang menjadi objek biografi dan sumber-sumber lainnya untuk memperoleh informasi yang akurat dan lengkap tentang kehidupan orang tersebut.

 

Apakah tujuan menulis biografi? Ada beberapa tujuan menulis biografi, di antaranya:

  1. Menginspirasi dan memberikan motivasi - Biografi sering kali dijadikan sebagai bahan bacaan yang menginspirasi dan memberikan motivasi bagi pembaca. Kisah sukses dan pengalaman hidup seseorang yang terdapat dalam biografi dapat menjadi contoh bagi pembaca untuk mengatasi rintangan dan mencapai tujuan hidup mereka sendiri.
  2. Merekam sejarah - Biografi dapat menjadi sumber informasi sejarah yang berharga untuk generasi mendatang. Dengan menulis biografi, seseorang dapat merekam kisah hidup orang-orang yang telah berjasa atau mempunyai pengaruh pada masa lampau. Biografi juga dapat merekam suatu periode atau kejadian dalam sejarah.
  3. Memberikan wawasan - Biografi dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik tentang seseorang yang menjadi objek biografi. Dengan memahami lebih dalam tentang latar belakang dan pengalaman hidup orang tersebut, pembaca dapat mendapatkan wawasan baru tentang kehidupan dan dunia.
  4. Mengabadikan warisan - Biografi dapat dijadikan sebagai cara untuk mengabadikan warisan seseorang. Biografi dapat membantu memperkenalkan seseorang pada generasi mendatang dan membuat mereka tidak terlupakan.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diikuti untuk menulis biografi:

  1. Lakukan riset tentang orang yang ingin Anda tulis biografinya. Kumpulkan informasi tentang latar belakang, kehidupan awal, pendidikan, karier, pencapaian, dan pengalaman hidup yang menarik. Sumber informasi dapat mencakup wawancara dengan keluarga atau teman dekat, surat, artikel berita, buku, dan sumber-sumber online.
  2. Buat kerangka atau outline untuk biografi. Buatlah daftar peristiwa dan pengalaman penting dalam hidup orang tersebut untuk membantu Anda mengorganisasi informasi.
  3. Tulis pengantar atau pendahuluan yang menarik untuk menarik perhatian pembaca. Pendahuluan harus memberikan gambaran singkat tentang siapa orang tersebut dan mengapa hidupnya layak untuk ditulis biografinya.
  4. Mulai menulis biografi dengan menyelesaikan bagian-bagian yang paling menarik dan relevan. Pastikan untuk memasukkan detail yang menarik dan membuat cerita hidup orang tersebut menjadi hidup.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis biografi adalah sebagai berikut :

  1. Organisir konten biografi dalam urutan kronologis, dimulai dari masa kanak-kanak, kemudian ke masa remaja, dewasa awal, dan seterusnya.
  2. Gunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti dan tetap konsisten dengan tema biografi.
  3. Berikan gambaran yang jelas tentang perjuangan dan rintangan yang dihadapi, kesulitan dan kegagalan yang dialami, serta keberhasilan dan kebahagiaan yang diraih.
  4. Jangan lupa untuk menyertakan kutipan atau kata-kata orang tersebut yang menarik atau menggambarkan kepribadiannya.
  5. Revisi dan edit biografi secara teratur. Pastikan kesalahan gramatikal dan fakta yang salah dikoreksi.
  6. Akhiri biografi dengan kesimpulan yang merangkum hidup orang tersebut dan dampaknya pada dunia atau masyarakat.

 

Selain biografi tentang kisah perjalanan seseorang, kita juga bisa menuliskan kisah perjalanan hidup kita sendiri, yaitu melalui tulisan autobiografi. Autobiografi adalah kisah atau narasi yang ditulis oleh seseorang tentang hidupnya sendiri, pengalaman-pengalaman penting, dan peristiwa-peristiwa yang memengaruhi kehidupannya. Autobiografi biasanya ditulis dalam sudut pandang orang pertama dan menceritakan sejarah hidup dari awal hingga saat ini. Autobiografi dapat mencakup berbagai topik seperti keluarga, pendidikan, pekerjaan, pernikahan, perjalanan, dan banyak lagi. Autobiografi dapat membantu pembaca memahami pengalaman dan pandangan hidup penulis, dan dapat memberikan wawasan tentang kehidupan dan peristiwa sejarah.

 

Tujuan utama menulis autobiografi adalah untuk membagikan kisah hidup dan pengalaman pribadi seseorang dengan pembaca. Beberapa tujuan khusus dari menulis autobiografi dapat meliputi:

 

  1. Meningkatkan pemahaman diri: Menulis autobiografi dapat membantu seseorang memahami dirinya sendiri lebih baik dengan merefleksikan peristiwa penting dalam hidup mereka dan menghubungkan pola-pola dalam pengalaman hidup.
  2. Menjaga kenangan: Autobiografi juga dapat berfungsi sebagai catatan kenangan bagi penulis dan keluarga mereka, dan dapat membantu mempertahankan warisan keluarga.
  3. Memberikan inspirasi: Autobiografi dapat menjadi sumber inspirasi bagi pembaca, terutama bagi orang yang mengalami situasi serupa atau menghadapi kesulitan dalam hidup.
  4. Memberikan wawasan: Autobiografi dapat memberikan wawasan tentang sejarah, budaya, dan lingkungan sosial di mana penulis hidup dan bekerja, sehingga dapat membantu pembaca memahami kondisi dan konteks kehidupan penulis.
  5. Membangun identitas dan citra publik: Autobiografi juga dapat membantu seseorang membangun identitas dan citra publik mereka, baik dalam konteks pribadi maupun profesional.

 

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diikuti dalam menulis autobiografi:

  1. Lakukan riset dan persiapan: Mulailah dengan membuat daftar peristiwa penting dalam hidup anda, tempat-tempat yang anda kunjungi, orang-orang yang anda temui, dan pengalaman-pengalaman lain yang mungkin anda ingin masukkan dalam autobiografi anda. Lakukan riset tentang masa lalu anda, termasuk sejarah keluarga, lingkungan sosial, dan kebudayaan saat itu.
  2. Tentukan gaya dan fokus: Setelah anda mengetahui gambaran besar dari hidup anda, tentukan gaya dan fokus untuk autobiografi anda. Anda dapat memilih untuk menulis dalam gaya naratif atau reflektif, dan memilih fokus seperti karier, keluarga, atau perjalanan.
  3. Buat kerangka cerita: Buat kerangka cerita untuk autobiografi anda dengan memilih peristiwa penting dan menempatkannya dalam urutan kronologis atau non-kronologis.
  4. Tulis draf pertama: Mulailah menulis draf pertama dari autobiografi anda berdasarkan kerangka cerita yang sudah dibuat. Jangan khawatir tentang detail atau kesalahan, hanya tulis dengan lancar.
  5. Edit dan revisi: Setelah menyelesaikan draf pertama, edit dan revisi autobiografi anda dengan memperbaiki kesalahan, menambahkan detail dan pengalaman baru, dan memperbaiki struktur dan narasi.
  6. Beri judul dan bagikan: Setelah menyelesaikan revisi terakhir, berikan judul untuk autobiografi anda. Jika ingin dibagikan dengan orang lain, pertimbangkan untuk mencetak atau menerbitkan secara online untuk dapat dibaca oleh publik.

 

Ingatlah bahwa menulis autobiografi dapat memakan waktu, dan dapat melibatkan emosi yang kuat. Oleh karena itu, pastikan untuk meluangkan waktu yang cukup dan mempersiapkan diri secara emosional untuk menulis autobiografi yang baik dan berarti.

 

Pada sesi tanya jawab kali ini, ada 16 pertanyaan yang diulas, berikut cuplikan dua pertanyaan :

P3

Bismillah. Rosjida Ambawani - Ciamis

Ijin bertanya dalam penulisan biografi, apakah yang ditulis hal yang baik-baik saja yg dilakukan si tokoh? Misalkan dalam hidupnya pernah melakukan hal yang kurang baik, apakah juga dituliskan?

Jawab:

Barokalloh.. mbak Rosjida Ambawani Ciamis. Terkait penulisan biografi adalah hal - hal yang baik saja karena tujuannya adalah untuk kebaikan. Perkara pernah melakukan hal yang kurang baik sebaiknya jangan ditulis. Karena menutub aib seseorang adalah termasuk kewajiban sebagai sesama manusia. Begitu yahhh, tulis yang baik - baik saja. Masih terkait hal yang kurang baik... sekiranya dibalik itu ada kejadian / hikmah yang luar biasa dan sebagai pembelajaran bagi pembaca, bisa saja ditulis namun atas persetujuan tokohnya..

 

P4

Assalamualaikum wr wb.saya Umatun Nur Islamiyati dari Magelang peserta KBMN 28.

Saya  ingin membuat cerita biografi  almarhum ayahku dan outobiogragi saya.Mohon diberikan penjelasan Langkah-langkah yang praktis dan benar.Maturnuwun

Jawab :

Waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh. Mbak Umatun...

Menulis kisah Ayah... sangat mudah... tinggal tanya jasab langsung saja dengan ayah...

Kisah masa kecil..

Masa sekolah..

Masa remaja..

Masa awal berkeluarga dst..

Demikian juga.. untuk Auto biografi..

Ingat - ingat..

Masa kecil..

Masa sekolah..

Masa remaja..

Masa berkeluarga.. sampai sekarang..

MUDAH DAN PRAKTIS KAN?..

Pada akhir pemaparannya Bu Lely Suryani, S.Pd.SD menyampaikan apresiasi yang luar biasa untuk para pemerhati literasi yang selalu siap beraksi mengeksekusi  aksara menjadi karya yang dinanti. Jangan patah semangat untuk menunjukkan bahwa kita bisa karena biasa. Menulislah dengan hati agar hasilnya berarti.

 

Kesimpulan dari materi yang disampaikan Ibu Lely Suryani, S.Pd.SD adalah dengan menuliskan kisah perjalanan hidup seseorang akan memberikan manfaat yang luar biasa antara lain dapat menginspirasi dan memberikan motivasi; merekam sejarah; memberikan wawasan; dan mengabadikan warisan. Terakhir saya ucapkan terimakasih banyak kepada Ibu Lely Suryani, S.Pd.SD atas paparan materi yang luar biasa, semoga menjadi amal jariyah untuk beliau. Amin. Tak lupa kita berdo’a semoga kita semua selalu bersemangat untuk menulis apapun setiap hari dan merasakan keajaiban datang, menghasilkan karya dan bisa menginspirasi orang banyak.

 

Rabu, 01 Maret 2023

Cara Mudah Menerbitkan Buku di Penerbit Indi

 


Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke-23

Tanggal        : 1 Maret 2023

Tema            : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi

Narasumber  : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd

Moderator    : Nur Dwi Yanti, S.Pd



 

Sudah mempunyai kumpulan puisi, kumpulan cerpen, kumpulan cerita mengesankan, draft buku nonfiksi atau hasil penelitian yang sudah selesai, lalu apa? Tentu saja kita akan mencari penerbit untuk bisa mencetak dan memperbanyak karya kita. Mau di terbitkan di penerbit mayor atau penerbit besar? wajib kita coba… Biasanya pada penerbit mayor lebih selektif dalam memilih karya yang akan di cetak. Tapi jangan berkecil hati, jika merasa karyanya belum siap diterbitkan oleh penerbit mayor, penulis bisa menerbitkan pada penerbit indi atau penerbit kecil yang akan membantu mewujudkan mimpi kita memiliki buku solo sendiri. Bagaimana caranya? Dimana harus menghubungi penerbit ini? Berapa biaya yang harus kita keluarkan? Mari bertanya pada narasumber pertemuan KBMN angkatan 28 pertemuan ke-23 kali ini yaitu Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd dengan moderator yang hebat Ibu Nur Dwi yanti, S.Pd dalam tema “Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi”

 

Om Ian adalah panggilan akrab Bapak Brian Prasetyawan, S.Pd adalah guru SDN Sumur Batu 01 Pagi Jakarta. Telah menulis di blog sejak 2009 dan telah menulis 3 buku solo serta 13 buku antologi. Beliau juga merupakan ketua komunitas Cakrawala Blogger Guru Nasional dan relawan pengurus KBMN PGRI . Puluhan tulisannya sudah dimuat di berbagai media cetak. Sebagian besar dimuat di Tabloid Bola, Harian Bola, Tabloid Soccer. Ada juga yang dimuat di Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Warta Kota, Media Indonesia, dan Majalah Hidup. Untuk mengenal lebih dekat, yo kita meluncur melihat profil narasumber kita malam ini https://www.praszetyawan.com/p/profil.html

 

Menurut Bapak Brian Prasetyawan, S.Pd menerbitkan buku saat ini semakin mudah karena ada penerbit indie. Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Grasindo, Erlangga, Elex media, Andi, dll. Penerbit mayor menerapkan seleksi naskah, sehingga belum tentu naskah kita diterima. Memang itu dilakukan agar penerbit mayor mendapat naskah yang benar-benar berkualitas dan diperkirakan akan laku dipasaran. Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang mencoba mengirim naskah ke beberapa penerbit hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Penolakan naskah menjadi makanan sehari-hari penulis. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.

 

Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut, naskah pasti diterbitkan dan proses penerbitan mudah dan cepat hanya dalam hitungan bulan saja. Untuk penulis pemula yang baru pertama kali akan menerbitkan buku, bisa dicoba mengawali di penerbit indie. Jika bukunya cepat terbit akan menjaga semangat menulis. Akan ada waktunya kita perlu merasa upgrade jika sudah sering menerbitkan di penerbit indie. Tentu kita perlu tantangan lagi dalam menulis. Barulah penerbit mayor tepat untuk penulis yang ingin upgrade. Memang  kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya-biaya untuk mendapat fasilitas  penerbitan, atau jika ingin cetak ulang. Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.

 

Dari uraian di atas keuntungan menerbitkan buku pada penerbit indi, antara lain :

1.      Tidak ada seleksi naskah, semua jenis naskah akan diterima

2.      Proses penerbitan relatif cepat kurang lebih 1 – 3 bulan

3.      Biaya penerbitan bervariasi tergantung ketentuan dan fasilitas penerbitan

4.      Biaya cetak ulang dan ongkos kirim ditanggung penulis

5.      Penulis menentukan sendiri harga bukunya

6.      Tidak memasarkan buku ke toko buku, tetapi penulis yang harus memasarkan sendiri bukunya jika ingin bukunya laris

 

Sebagai tips dari Bapak Ian, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie

1.      Biaya penerbitan

2.      Fasilitas penerbitan yang di dapat penulis

3.      Batas maksimal jumlah halaman

4.      Ketentuan dan Biaya cetak ulang

5.      Apakah dapat Master PDF

6.      Jumlah buku yang didapat penulis

 

Pada kesempatan ini Pak Ian akan membantu penulis menghubungkan ke penerbit yang sudah terpercaya dan terjamin kualitasnya sehingga penulis tidak merasa sendirian dalam proses penerbitan buku. Pak Ian akan mendampingi dan menjawab berbagai pertanyaan seputar proses penerbitan. Sehingga penulis pemula merasa tenang bahwa buku pasti akan terbit, salah satunya dapat dilihat pada link berikut :

https://www.praszetyawan.com/2022/10/menerbitkan-buku-dengan-harga.html?m=1

 

Keuntungan dari Penerbit Sleman dalam tautan di atas adalah :  

  1. Biaya terjangkau, tidak perlu sampai jutaan rupiah
  2. Jumlah maksimal halaman sangat banyak yaitu 280 hal A5. Jadi bapak/ibu tidak kena biaya tambahan halaman walaupun bukunya setebal 280 halaman A5.
  3. Penerbit ini menjualkan buku terbitannya di tokopedia dan shopee

 

Pada sesi tanya jawab kali ini, ada 18 pertanyaan yang diulas, berikut cuplikan dua pertanyaan :

 

P2

Rosjida Ambawani - Ciamis

  1. Apa syarat naskah memperoleh ISBN?
  2. Bolehkah buku solo berasal dari resume 20 pertemuan saja?
  3. Untuk buku solo yg berasal dari resume tentunya judul resume beda-beda jadi apa perlu dikelompokkan dulu berdasar yang dekat tema materinya? Dan semua gambar, dll yg ada di setiap resume dimasukkan ke template? Makasih.

 

Jawab :

  1. Harus kita sadari bahwa naskah yang dapat ISBN adalah naskah yang tujuannya diedarkan secara luas bukan untuk intern suatu instansi/lembaga jadi jangan cantumkan nama sekolah atau nama pelatihan.
  2. Boleh
  3. Ini silakan keputusan bapak/ibu masing-masing. Bisa dikelompokkan berdasarkan jenis tema, bisa juga tidak usah dikelompokkan. Untuk gambar sebaiknya dipilah yang penting saja. Karena kalau di penerbit saya, maksimal cantumkan 10 gambar saja

 

P3

Assalamu'alaikum, HR. Utami_Semarang

Mohon penjelasan pada Om Brian, apa maksud mudah dan tanpa revisi, pasti terbit?

  1. Apakah berarti tulisan kita tidak melalui proses editing atau profreading?
  2. Apkah ini yang dimaksud, mengapa Perpusnas menghambat pemberian ISBN, karena mencetaknya cuma sedikit (boleh dikatakan tidak dipublikasikan? 3. Seandainya seperti saya butuhnya bukan hanya 4 (2 utk saya, 2 untuk Perpusnas), tetapi juga akan saya pasarkan pada Mhs. saya, wong memang buku teori? Bagaimana prosedrnya, bayar putus (hanya mencetak sesuai kebutuhan. atau royalti, seandainya itu bisa terus tiap tahun? Terima kasih.

Jawab :

  1. Tulisan tetap melalui editing penerbit, tapi edit ringan saja tidak mendalam. Artinya yang diedit adalah hal-hal yang sangat terlihat secara sekilas.
  2. Harus diakui, betul begitu. Maka kita harus posisikan naskah akan diedarkan secara luas.
  3. Mencetak sesuai kebutuhan. Biaya cetak ibu yang bayar. Silakan ibu tentukan sendiri harga jualnya

Pada akhir pemaparan Bapak Brian menyampaikan pesan agar penulis pemula tidak ragu dalam menerbitkan tulisan menjadi buku. Penerbit indi menerima semua jenis naskah. Untuk memilih penerbit indi, maka penting untuk memahami terlebih dahulu ketentuan-ketentuan dari penerbit jangan sampai ada salah paham atau hambatan di tengah perjalanan. 

Garis besar materi yang disampaikan Bapak Brian Prasetyawan, S.Pd adalah prosedur yang harus diperhatikan dalam memilih penerbit indi agar buku dapat terbit sesuai dengan ekspektasi penulis dan tidak menemui hambatan selama proses cetak. Strategi-strategi yang disampaikan narasumber di atas sangat aplikatif sehingga membuat kita semakin terbimbing untuk menerbitkan buku. Terakhir saya ucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Brian Prasetyawan, S.Pd atas paparan materi yang luar biasa, semoga menjadi amal jariyah untuk beliau. Amin. Tak lupa kita berdo’a semoga kita semua selalu bersemangat untuk menulis apapun setiap hari dan merasakan keajaiban datang, menghasilkan karya dan bisa menginspirasi orang banyak.